Kapolres Sumenep Sambut Positif Tuntutan Demo Cipayung Desak Copot Kapolri
NEWS DIMADURA, SUMENEP–Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Sumenep menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Sumenep, Senin (1/9/2025).
Mereka menuntut pertanggungjawaban Polri atas insiden yang menewaskan sejumlah warga dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.
Aliansi Cipayung Plus terdiri atas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU).
Orator aksi, Ahyatul Karim menegaskan bahwa Polri seharusnya menjalankan fungsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, yakni memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta memelihara keamanan dan ketertiban.
Namun, menurut dia, insiden yang menimpa salah satu warga bernama Affan Kurniawan menjadi bukti adanya tindakan brutal aparat yang melanggar prinsip kemanusiaan.
“Video yang beredar di media sosial menunjukkan aparat memperlakukan masyarakat secara represif. Itu jelas bertentangan dengan tugas dan fungsi Polri,” ujar Karim.
Sementara, orator lainnya, Sahid Badri mendesak agar Polri bertanggung jawab penuh, baik secara hukum maupun moral.
Bahkan, dia menuntut agar Kapolri pengunduran diri sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Dalam tuntutannya, massa aksi menyampaikan delapan poin, di antaranya:
1. Menuntut agar oknum Polri dan atasan yang terlibat dalam insiden kematian massa aksi, yakni Affan Kurniawan, Sarina Wati, Saiful Akbar, Muhammad Akbar Basri, Rheza Sendy Pratama, Sumari, dan Rusmadiansyah, diadili secara transparan.
2. Memberikan jaminan kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
3. Mendesak Polres Sumenep berkomitmen melakukan reformasi institusi Polri.
4. Menjamin kebebasan berekspresi masyarakat tanpa tindakan represif.
5. Menghentikan intimidasi terhadap aktivis dan masyarakat sipil.
6. Membebaskan peserta aksi yang ditangkap pada demonstrasi 25, 28, dan 29 Agustus 2025.
7. Mengawal isu keadilan dan hak asasi manusia di Sumenep.
8. Mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa lebih besar (aksi jilid II) jika tuntutan tidak dipenuhi.
“Polri harus mendengar aspirasi rakyat. Jika tidak, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar,” tegas Sahid.
Di tengah-tengah kerumunan massa aksi, Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda, menyatakan siap menerima seluruh tuntutan yang disampaikan massa aksi Cipayung Plus dalam demonstrasi yang digelar di depan Mapolres Sumenep.
Dalam momentum itu, Rivanda bahkan naik ke atas mobil komando massa untuk menyampaikan langsung sikapnya.
“Kami akan terus berupaya lebih profesional dalam memimpin institusi ini,” ujarnya.
Ia mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung damai tanpa tindakan anarkis.
Rivanda juga menegaskan bahwa tuntutan mahasiswa akan diteruskan kepada Polda Jawa Timur, sebelum akhirnya disampaikan ke Mabes Polri.
“Kami pastikan, aparat kepolisian akan mengawal setiap penyampaian aspirasi dengan cara santun dan tanpa tindakan represif. Semua tuntutan Cipayung Plus kami terima sepenuhnya,” kata Rivanda.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




