Massa Aksi Cipayung Plus Tuding Polres Sumenep Suap Ojol Rp 150 Ribu agar Tak Ikut Demo
NEWS DIMADURA, SUMENEP–Aksi solidaritas kemanusiaan yang digelar Mahasiswa Aliansi Cipayung Plus di depan Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur, berlangsung dengan ketegangan.
Hal itu dipicu tudingan salah satu orator yang menuding adanya praktik suap dari aparat kepolisian kepada sejumlah pengemudi ojek online (ojol) agar tidak bergabung dalam aksi.
Aliansi Cipayung Plus terdiri atas lima organisasi mahasiswa, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU).
Orator aksi sekaligus Ketua Cabang PMII Sumenep, Khairus Sholeh, menyampaikan bahwa pihaknya mencurigai adanya upaya aparat memengaruhi para pengemudi ojol.
“Kami menilai ada indikasi pihak kepolisian memberikan uang kepada driver ojol supaya tidak bergabung dalam aksi solidaritas hari ini. Jika benar, hal ini jelas mencederai nilai demokrasi,” ujar Khairus.
Namun, tudingan tersebut dibantah langsung oleh Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda.
Ia menegaskan kepolisian tidak pernah melakukan praktik suap dalam bentuk apapun.
“Tidak benar itu. Polisi tidak pernah melakukan suap ke ojol. Bahkan saya sendiri menerima perwakilan mahasiswa di Musholla Walisongo. Kami tidak pernah menghalangi siapa pun yang hendak menyampaikan aspirasi di Mapolres Sumenep,” kata Rivanda.
Ia juga menjelaskan, terkait adanya pemberian uang Rp150 ribu kepada pengemudi ojol, Rivanda menyatakan tidak mengetahui hal tersebut.
“Tidak ada suap-suapan seperti itu. Kecuali semisal imbauan, ‘awas kalau kalian datang ikut demo’. Mereka (ojol) datang ke sini juga menyampaikan aspirasi,” ujar dia.
Isu dugaan pemberian uang Rp150 ribu itu, kepada sejumlah pengemudi ojol mencuat dalam aksi unjuk rasa, ketika salah seorang peserta demo menanyakan hal itu kepada aparat.
Uang tersebut diduga diberikan agar para pengemudi tidak ikut bergabung dalam barisan massa aksi.
Rivanda menegaskan, tidak mengetahui adanya praktik tersebut.
“Masalah uang Rp150 ribu yang diberikan ke ojol, saya tidak tahu. Saya juga tidak mengerti soal pertanyaan itu,” kata dia.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




