dimadura
Beranda Okara Carèta Kutukan di Padang Rumput: Misteri Tiga Kerbau yang Menjadi Batu

Kutukan di Padang Rumput: Misteri Tiga Kerbau yang Menjadi Batu

Gambar ilustrasi seorang pengembala dan tiga batu kerbau (Dok. dimadura.id)

CARETA, DIMADURA – Dahulu kala, di wilayah yang kini dikenal sebagai Dusun Bandungan, hiduplah tiga saudara sakti. Mereka adalah Kung Dangdung, Kung Bandin, dan Kung Daru. Mereka dikenal sebagai para wali yang memiliki ilmu tinggi dan kekuatan luar biasa.

Kung Dangdung, salah satu dari ketiganya, memelihara banyak kerbau. Setiap hari, dari pagi hingga sore, ia menggiring ternaknya ke padang rumput.

Karena jumlahnya yang banyak membuatnya tak mungkin mencari rumput satu per satu, sehingga ia membiarkan mereka merumput sendiri.

Suatu sore, saat hendak menggiring pulang seluruh kerbau, ia menyadari tiga ekor tetap tinggal. Berkali-kali dipanggil, tapi ketiganya tetap diam, tak bergeming. Kesal, Kung Dangdung meninggalkan mereka dan kembali mengurus yang lain.

Keesokan harinya, saat ia kembali ke padang rumput, ia menoleh ke segala penjuru, mencari tiga kerbaunya yang kemarin bandel.

Siang pun menjelang, dan ia mengingat lokasi terakhir mereka terlihat. Saat tiba di sana, betapa terkejutnya ia melihat tiga batu besar bentuknya menyerupai kerbau yang sedang duduk.

Rupanya, ucapan kesalnya hari sebelumnya yang menyamakan mereka dengan batu benar-benar menjadi nyata. Sebagai seorang yang sakti, kata-katanya mengandung kekuatan, dan tiga kerbau itu pun membatu, menjadi batu selamanya.

Sejak saat itu, tempat tersebut dikenal sebagai “Batu Kerbuy“ batu yang dulunya adalah kerbau. Nama ini kemudian diabadikan sebagai bagian dari sebuah desa di Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Legenda ini tak sekadar tentang kemarahan dan keajaiban, tetapi juga mengandung nilai historis. Kerbau, dalam masyarakat prasejarah, adalah hewan yang dianggap suci.

Kisah ini diyakini sebagai jejak dari tradisi megalitik, di mana batu-batu besar menjadi simbol kepercayaan dan penghormatan terhadap alam dan leluhur.

Kisah Kung Dangdung pun mengingatkan kita pada tokoh pewayangan Dadungawuk, penggembala kerbau milik Betari Durga. Kerbau-kerbau itu, seperti dalam legenda ini, memiliki makna lebih dari sekadar hewan biasa, melainkan simbol penting dalam kepercayaan masa silam yang menghormati batu-batu besar sebagai peninggalan leluhur dan lambang kesucian.***

 

 

 

Narasumber: Suharyanto, Ka. Dusun Kalak Barat, Desa Batu Kerbuy, Pasehan. (Buku: Asal usul dan Sejarah Orang Madura, cet 1, Balai Arkeologi Provinsi DIY 2021, Gunadi Kasnowihardjo dkk)

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan