Masalah Besar Hantui Sekolah Rakyat di Sumenep, DPRD Angkat Bicara
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menghadapi tantangan serius dan memperhatikan.
Hingga akhir bulan Juli, jumlah pendaftar baru mencapai lima calon siswa, jauh di bawah target yang ditetapkan.
Kondisi ini menunjukkan minimnya minat dari masyarakat, sehingga menarik perhatian dari berbagai kalangan.
Salah satunya berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep yang mempertanyakan efektivitas sosialisasi program itu kepada masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Samioeddin, mempertanyakan minimnya sosialisasi program tersebut kepada warga, khususnya keluarga miskin yang menjadi sasaran utama.
Menurut dia, penyebaran informasi harus dilakukan secara menyeluruh dan melalui pendekatan personal.
“Jika sosialisasi hanya sebatas formalitas, program ini berisiko menjadi sekadar proyek seremonial tanpa dampak nyata. Perlu strategi yang matang dan menyentuh langsung masyarakat, bukan sekadar mengandalkan embel-embel gratis,” ujarnya.
Samioeddin menambahkan, iming-iming biaya gratis tidak cukup menarik minat warga karena banyak pesantren yang sudah menyediakan layanan serupa.
“Harus ada konsep yang jelas, plus upaya jemput bola agar keluarga sasaran benar-benar memahami manfaat jangka panjangnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Mustangin, mengatakan pihaknya terus berupaya memenuhi kuota peserta didik, yakni masing-masing 50 calon siswa untuk jenjang SD dan SMP.
“Kami sudah melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh desa dan pendamping sosial, untuk menjangkau keluarga miskin yang belum terdata atau sulit dijangkau petugas,” ucap dia.
Mustangin menegaskan, penyisiran calon siswa akan terus dilakukan hingga akhir masa penjaringan.
“Jika kuota tetap tidak terpenuhi, kami akan melapor ke Satgas Sekolah Rakyat di kementerian untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” katanya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow


