Ia mengarahkan setidaknya tiga kelompok informasi yang dapat dikembangkan melalui portal daerah, yakni kegiatan organisasi PWI, aktivitas para pemangku kepentingan, serta perkembangan dunia pers di masing-masing daerah.
“Teman-teman daerah diharapkan aktif mengisi semua konten terkait ke-PWI. Kedua, stakeholder PWI dan pihak luar,” kata Akhmad Munir.
Ia menambahkan, konten mengenai dinamika pers di daerah juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat ruang dalam jaringan informasi PWI.
Menurut Akhmad Munir, konsistensi produksi konten akan menentukan tingkat keterbacaan portal tersebut.
Informasi yang rutin diperbarui diharapkan lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari maupun tersebar melalui media sosial dan aplikasi percakapan.
“Diharapkan bergulir konsisten sehingga muncul di search engine dan viral di medsos atau WhatsApp kita,” ujarnya.
Peluncuran pwi.or.id ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Akhmad Munir bersama Sekretaris Jenderal PWI Pusat Marthen Selamet Susanto dan Hilman Hidayat.
Sejumlah pengurus PWI daerah yang berperan sebagai admin portal turut mengikuti kegiatan secara daring.
Akhmad Munir mengatakan peluncuran tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi sekaligus menghimpun masukan dari pengurus daerah mengenai pengelolaan platform digital organisasi.
Ia menekankan bahwa website PWI tidak akan optimal tanpa partisipasi aktif seluruh tingkatan organisasi.

