Artinya, tradisi lembaga perwakilan di Sumenep memiliki akar sekitar tujuh dekade.
Persoalannya, daftar perempuan yang pernah mengisi kursi parlemen pada masa-masa awal tersebut belum dapat disusun secara utuh dari arsip digital yang tersedia.
Karena itu, angka 12 perempuan dalam tulisan ini merujuk pada nama yang berhasil ditelusuri mulai Pemilu 2004 sampai periode 2024–2029.
Jika dihitung berdasarkan periode keterpilihan, jumlahnya menjadi 16 kali. Ada nama yang kembali terpilih, sehingga satu orang dapat muncul dalam lebih dari satu periode.
Empat Kursi Hari Ini
Empat perempuan kini duduk di DPRD Sumenep.
Mereka membawa mandat dari daerah pemilihan masing-masing, dengan ruang yang sama untuk menyampaikan aspirasi, membahas kebijakan dan anggaran, serta mengawasi jalannya pemerintahan.
Perjalanan dari dua perempuan pada 2004 menjadi empat pada 2024 menunjukkan adanya pertumbuhan.
Tetapi pertumbuhan itu berjalan perlahan.
Selama lima pemilu, penambahannya hanya dua kursi.
Maka salah-satu pertanyaan menarik tentang ini adalah, “Kapan parlemen Sumenep akan memiliki lebih banyak perempuan yang berhasil memperoleh kepercayaan pemilih dan ikut menentukan arah kebijakan daerah?”

