Tetapi jumlah orangnya berbeda.

Sebab, beberapa nama kembali terpilih pada pemilu berikutnya.

Dari penelusuran tersebut, terdapat 12 perempuan yang berhasil memperoleh kursi DPRD Sumenep sejak Pemilu 2004 hingga periode 2024–2029.

Mereka adalah bagian dari perjalanan dua dekade terakhir parlemen Sumenep.

12 Nama dalam Dua Dekade

Berikut nama-nama perempuan yang berhasil ditelusuri:

NamaDapilPartaiPeriode
Endang Sri RahayuI*🟨 Golkar2004–2009, 2009–2014
Dewi Khalifah🟩 PKB2004–2009
Dwita AndrianiI🟦 PAN2009–2014, 2014–2019
RachemaVII🟥 PDP2009–2014
Ummul HasanahII🟥 PDI Perjuangan2014–2019
ZulfahIII⬛ Gerindra2014–2019
Nia KurniaI🟥 PDI Perjuangan2019–2024, 2024–2029
Nur AiniI🟦 Demokrat2019–2024
Siti HosnaIII🟦 PAN2019–2024, 2024–2029
Melly SufiantiV🟨 Hanura2019–2024
VirzannidaV🟩 PKB2024–2029
Afrilia WahyuniV🟦 NasDem2024–2029

Data dapil Endang Sri Rahayu untuk periode 2004–2009 ini perlu dikonfirmasi kembali melalui arsip SK KPU yang lebih lengkap.

Dari daftar itu, terlihat beberapa nama yang memiliki perjalanan lebih panjang.

Endang Sri Rahayu tercatat dua kali berturut-turut sejak 2004. Dwita Andriani kembali terpilih pada 2014. Sementara pada dua periode terakhir, Nia Kurnia dan Siti Hosna menjadi dua nama yang kembali memperoleh kepercayaan pemilih.

Pada periode 2024–2029, empat perempuan duduk di antara 50 anggota DPRD Sumenep. Mereka berasal dari empat partai berbeda dan seluruhnya tercatat sebagai anggota Komisi IV.

Proporsinya 8 persen.