Doa’ dan riyadhoh yang dilakukan oleh seorang pemimpin, kerapkali menjadi solusi dan pembuka jalan atas setiap mimpi dan harapan yang sedang diperjuangkan dengan maksimal.

Dalam keterkaitan itu, edaran ini juga menjadi gambaran tentang komitmen spritual Bupati dalam ekosistem pembangunan yang diperjuangkan.

Bupati sejatinya ingin memberikan pesan penting bahwa pembangunan daerah, sebenarnnya tidak hanya berhubungan dengan infrastruktur, fasilitas, jalan, gedung dan ekonomi, tetapi juga perlu dibangun dengan pondasi spiritual yang kuat. 

Membaca surat al-Waqi’ah dengan jumlah yang besar, tentu saja tidak bisa dilakukan secara pribadi, melainkan dibutuhkan keterlibatan semua pihak sebagaimana tertuang dalam edaran Bupati. 

Sebab, keterlibatan dan partisipasi segenap elemen dalam pemerintahan Sumenep, gerakan membaca Surat al-Waqi’ah tersebut, menjadi momentum yang penting dalam membangun tata hubungan, gotong-royong dan kebersamaan serta tanggungjawab dalam mewujudkan setiap harapan yang lebih baik.

Setiap pihak memiliki ruang yang sama untuk terlibat membaca surat al-Waqi’ah sekaligus mengetuk pintu langit agar pembangunan Kabupaten Sumenep menjadi kabupaten yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur bisa tercapai.

Edaran Bupati itu juga bermakna luhur, karena mengisyaratkan tentang pentingnya gerakan doa’, ikhtiar dan kebersamaan dalam menguatkan spritualitas dalam pembangunan di Kota Keris ini. ***