dimadura
Beranda Congkop PAK SAKÈRA

PAK SAKÈRA

Ilustrasi Perjuangan Pak Sakera, Pahlawan Anti Kolonial Belanda yang Terlupakan (Istimewa)

Oleh: Tadjul Arifien R – Sejarawan Madura


Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1 SEJARAH, DIMADURA – Pak Sakèra merupakan seorang tokoh legendaris, orang Madura, pejuang anti-kolonialisme di Pasuruan, Jawa Timur.

Beliau berjuang melawan praktik kolusi dan nepotisme yang terjadi di lingkup perkebunan tebu dan pabrik gula milik orang Belanda sekitar permulaan abad ke-19. Ringkasan sejarahnya sebagai berikut:

Pak Sakèra bekerja sebagai mandor di perkebunan tebu di Kancil Mas Bangil yang dikelola oleh orang Belanda; yang dikenal sebagai seorang mandor yang baik hati dan sangat peduli terhadap kehidupan dan kesejahteraan para pekerja, serta masyarakat sekitarnya.

Pada suatu ketika pihak Belanda ingin membeli lahan milik rakyat dengan harga murah untuk memperluas area perkebunan, dengan cara yang licik serta kekerasan terhadap rakyat

Dengan demikian, Pak Sakèra tersinggung dan marah, bereaksi dengan melakukan perlawanan untuk membela rakyat, melawan kesewenang-wenangan pihak kolonial Belanda. Dalam perjuangannya tersebut dianggap pemberontak oleh Belanda, sehingga menjadi buronan.

Karena dikhianati oleh saudara seperguruan seperti Haji Azis, Carik Rembang dan kawan lainnya maka beliau ditangkap kemudian dipenjara, dalam penjara beliau disiksa oleh Belanda, tetapi tetap batinnya melalui aksinya dalam memperjuangkan nasib rakyat,

Karena kecekatannya maka bisa kabur dari penjara, kemudian melakukan balas dendam terhadap orang-orang yang telah mengkhianati serta menyakiti rakyat, termasuk Carik Rembang dan petinggi perkebunan lainnya.

Yang pada akhirnya Pak Sakèra tertangkap kembali dan dihukum gantung di penjara Bangil, dimakamkan di Bekacak, Kelurahan Kolunsari, daerah paling selatan Kota Bangil, Pasuruan.

Warisan Pak Sakèra yang terkenal sebagai pahlawan yang memperjuangkan hak-hak rakyat dan simbol keberagaman, yakni antara lain: kostum satorjuwân (baju pésa’, dengan oḍheng-nya) ludruk dan tarian tradisional Sakéra’an, Sandur dan lain sebagainya.

Pak Sakèra terkenal sebagai seorang yang religius dan memiliki senjata andalan berupa sabit atau arit monteng (kembang turi).

Beliau dianggap sebagai pahlawan yang pemberani dan tidak takut melawan penjajah.

Meskipun namanya tidak terlalu terkenal di tingkat nasional, tetapi semangat perjuangannya tetap dihormati dan dikenang oleh masyarakat Jawa Timur terutama Madura.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan