Ia optimistis kerja sama empat kabupaten di Madura dapat menghasilkan langkah konkret dalam mewujudkan KEK Tembakau.
“Saya sangat bersemangat sekali. Ini menjadi harapan bagi kita sekalian. Kebersamaan ini membuahkan hasil,” ucapnya.
Kholilurrahman menjelaskan, keberadaan KEK diharapkan dapat meningkatkan posisi Madura dalam industri pertembakauan nasional. Madura tidak hanya menjadi daerah pemasok bahan baku, tetapi juga berkembang menjadi pusat industri tembakau.
“Pertama, Madura sentra tembakau di tingkat nasional. Arahnya nanti seperti itu. Madura jadi pusat industri tembakau nasional,” katanya.
Terkait salah satu persyaratan dalam dokumen usulan KEK, yakni kesiapan lahan, Kholilurrahman memastikan Pamekasan siap menyiapkannya.
“Lahan. Di lingkungan Pamekasan, lahan akan disiapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KAMURA Subairi Muzakki mengapresiasi respons Pemkab Pamekasan terhadap rencana tersebut.
Ia menjelaskan, konsep yang diusung KAMURA berupa satu kawasan dengan empat klaster yang tersebar di seluruh kabupaten di Madura. Skema tersebut diharapkan membuat manfaat kawasan dapat dirasakan secara merata.
“Komitmen lahan dari setiap kabupaten adalah kunci. Tanpa itu, dokumen usulan tidak bisa naik ke tahap berikutnya,” kata Subairi.
Usulan KEK Tembakau Madura kini telah memasuki tahap lanjutan. Sebelumnya, para bupati se-Madura menandatangani surat bersama yang meminta Gubernur Jawa Timur mengajukan Madura sebagai KEK kepada pemerintah pusat.

