SUMENEP, DIMADURA–Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mencatat 1.575 penderita baru tuberkulosis (TBC) yang telah menjalani pengobatan selama Januari hingga Juli 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes-P2KB Sumenep Achmad Syamsuri mengatakan, kasus itu terdiri atas penderita laki-laki dewasa, perempuan dewasa, serta anak-anak.
“Dari Januari sampai Juli, jumlah penderita baru TBC yang sudah diobati mencapai 1.575 orang. Penderitanya terdiri dari laki-laki dewasa, perempuan dewasa, dan anak-anak,” kata Syamsuri, (17/9/26).
Berdasarkan kelompok penderita, laki-laki dewasa menjadi kelompok dengan jumlah kasus terbanyak. Dari total tersebut, tercatat 903 kasus pada laki-laki dewasa dan 609 kasus pada perempuan dewasa.
“Yang paling banyak adalah laki-laki dewasa usia produktif, sebanyak 903 kasus. Kemudian perempuan dewasa 609 kasus. Selebihnya merupakan anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan,” ujarnya.
Syamsuri mengatakan, Dinkes-P2KB Sumenep melakukan sejumlah langkah untuk mencegah peningkatan kasus TBC. Salah satunya melalui kegiatan skrining bersama yang dilaksanakan sejak akhir bulan September hingga akhir bulan Agustus.
Ia menjelaskan, program tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan skrining TBC dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Dalam pelaksanaannya, lanjutnya, Dinkes-P2KB Sumenep bekerja sama dengan Stop TB Partnership Indonesia (STPI).
“Teman-teman Dinkes bersama sejumlah tenaga kesehatan melakukan skrining, baik Cek Kesehatan Gratis maupun skrining TBC melalui pemeriksaan menggunakan rontgen,” kata dia.
Syamsuri menyebutkan, pemeriksaan tersebut memanfaatkan kendaraan layanan rontgen bergerak yang dibawa oleh tim STPI ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

