PAMEKASAN, DIMADURA – Sebanyak 103 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya, Jumat (18/9/2026) malam.

Pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas tersebut berlangsung di Pendopo Agung Ronggosukowati Pamekasan. Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman dalam sambutannya menegaskan bahwa jabatan yang diberikan kepada para pejabat merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menurut Kholilurrahman, mutasi dan pengisian jabatan merupakan bagian dari dinamika dalam organisasi pemerintahan.

Pergantian posisi, kata dia, tidak semata-mata berkaitan dengan perpindahan tugas atau tempat kerja, tetapi juga menjadi bagian dari penyegaran organisasi untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan.

“Jabatan adalah amanah, bukan fasilitas. Jabatan bukan tentang seberapa tinggi posisi kita, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada masyarakat secara luas,” kata Kholilurrahman.

Dia meminta para pejabat yang baru dilantik tidak hanya membawa pengalaman dari posisi sebelumnya. Mereka juga diharapkan menghadirkan semangat, gagasan, dan etos kerja baru dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Kholilurrahman menekankan, mutasi harus diikuti dengan perubahan dalam pola kerja. Menurutnya, pergantian jabatan tidak boleh sekadar mengubah nama yang tertera di papan struktur organisasi.

“Jangan sampai mutasi hanya mengubah nama di papan jabatan, tetapi tidak mengubah cara kita bekerja. Yang harus berubah adalah semangat pelayanan, kecepatan merespons persoalan masyarakat, kualitas koordinasi, dan keberanian untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.

Dia juga meminta seluruh pejabat yang dilantik bekerja secara profesional dan menjaga integritas. Selain itu, loyalitas terhadap tugas dan organisasi harus tetap dijalankan dengan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Khusus pejabat pimpinan tinggi pratama, Kholilurrahman berharap mereka mampu menjadi motor penggerak di masing-masing perangkat daerah. Para pimpinan juga diminta membangun tim yang solid serta memberikan ruang kepada bawahan untuk berkembang dan berinovasi.

“Jangan ragu mengambil keputusan selama tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Sementara itu, kepada pejabat administrator dan pengawas, Kholilurrahman meminta agar setiap kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan menjadi program dan kerja nyata di lapangan.

Dia berharap program prioritas maupun program pemerintahan lainnya tidak berhenti pada dokumen perencanaan. Sebaliknya, seluruh program harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Kholilurrahman mengajak seluruh jajaran Pemkab Pamekasan menjadikan pelantikan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.

Para pejabat diminta bekerja lebih keras, cepat, dan disiplin. Di sisi lain, budaya kerja yang saling mendukung, terbuka terhadap evaluasi, serta mendorong inovasi juga perlu terus dibangun.

Kholilurrahman turut mengingatkan jajaran pemerintahan agar tidak terjebak pada ego jabatan. Menurutnya, orientasi utama pemerintah harus tetap diarahkan pada pelayanan kepada masyarakat.

“Mari kita tinggalkan ego jabatan dan kita kedepankan ego pelayanan kepada masyarakat. Karena pada akhirnya, masyarakat tidak terlalu membutuhkan kita untuk sekadar terlihat sibuk. Masyarakat membutuhkan pemerintah yang hadir, bekerja, memberikan solusi, dan memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Di akhir sambutannya, Kholilurrahman menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik.

Dia meminta kepercayaan yang diberikan dapat dibuktikan melalui kinerja, integritas, dan karya nyata bagi masyarakat serta Kabupaten Pamekasan.

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah Pemkab Pamekasan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. ***