Menurut dia, pengembangan kreativitas dan potensi generasi muda dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di tempat yang sama, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengapresiasi kolaborasi DKP, AJP, dan KNPI dalam menyelenggarakan kegiatan yang mempertemukan unsur kebudayaan, sejarah, dan kepemudaan.
Ia berharap sarasehan budaya tersebut dapat digelar secara rutin sebagai ruang silaturahmi, pertukaran gagasan, dan dialog antargenerasi.
“Kami berharap acara seperti ini diadakan setiap tahun. Karena itu menjadi magnet bagi kita untuk menjaga kesatuan dan persatuan serta diharapkan menjadi ruang silaturahmi dan bertukar gagasan serta dialog antargenerasi untuk menggali kearifan lokal dan memperkokoh identitas budaya,” kata Kholilurrahman.
Ia juga menegaskan bahwa olahraga, kesenian, dan kebudayaan menjadi tiga bidang yang mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Tiga hal yang sedang menjadi perhatian serius kami, yakni olahraga, kesenian, dan saat ini yang sedang kita semarakkan, kebudayaan,” ujarnya.
Bupati berharap organisasi kepemudaan, komunitas seni, dan elemen masyarakat lainnya terus berkolaborasi untuk menjaga identitas lokal sekaligus mendukung pembangunan Pamekasan.
Seni dan sejarah mewarnai peringatan Sumpah Pemuda
Sarasehan itu tidak hanya diisi sambutan dan diskusi. Panitia merangkai kegiatan dengan pertunjukan seni, dokumentasi sejarah, kegiatan sosial, serta prosesi refleksi kebangsaan.
Acara diawali dengan penampilan musik daul Semut Ireng, kemudian dilanjutkan pemutaran dokumentasi sejarah Pamekasan dan dokumentasi buku Pamekasan Mencari Identitas karya AJP.

