SUMENEP, DIMADURA–Antrean kendaraan bermesin diesel untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis biosolar terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran aktivitas transportasi dan ekonomi masyarakat.

Di tengah antrean yang mengular, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyatakan belum ada pengurangan kuota biosolar untuk SPBU di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah menyebut peningkatan permintaan yang terjadi secara bersamaan, ditambah keterlambatan pengiriman pada waktu sebelumnya, menjadi faktor yang diduga memperpanjang antrean.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah (Kabag Ekonomi dan SDA) Sumenep, Slamer Supriyadi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait persoalan tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan Pertamina dan tidak ada pengurangan kuota,” kata Slamer, Rabu (28/10/2026).

Menurut dia, kuota BBM bersubsidi untuk masing-masing SPBU telah ditetapkan sejak awal tahun, yakni Januari 2026, berdasarkan perhitungan kebutuhan selama satu tahun.

Karena itu, jalsanya, pemerintah daerah menyatakan pasokan biosolar dipastikan tersedia hingga akhir tahun.

“Stok dipastikan aman hingga akhir tahun,” ungkapnya.

Slamer menjelaskan, antrean panjang dapat terjadi ketika banyak konsumen membutuhkan biosolar dalam waktu bersamaan.