Rangkaian berikutnya meliputi santunan anak yatim, pembacaan puisi oleh para pemenang lomba, pemberian penghargaan kepada Bang Ali Zainal Abidin, serta penampilan pencak silat.

Peserta juga menyaksikan dokumentasi sejarah M. Tabrani dan video penyampaian dari anak tokoh tersebut.

Selain itu, diputar dokumentasi pengambilan api dari Api Tak Kunjung Padam, yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

Salah satu agenda utama ialah penyalaan obor api perjuangan, disusul pembacaan teks Sumpah Pemuda secara serentak.

Acara kemudian diisi pembacaan puisi refleksi Sumpah Pemuda dan doa yang dipimpin R. Bagus Amirullah dari Pondok Pesantren Al-Amien.

Puncak kegiatan berupa sarasehan bersama tokoh dan budayawan Madura yang dimoderatori Prengki Wirananda.

Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas sejarah, identitas budaya Madura, serta kontribusi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Syafii Kamil, tokoh diaspora Belanda asal Plakpak, Pamekasan; Bambang Oeban, budayawan nasional; RBMS Hadinatainngrat, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Adat Kerajaan Nusantara; Ita Kusmita, anggota Komisi I DPRD Pamekasan; Noer Faizal dari DPD KNPI Jawa Timur; serta R. Harisandi S. Pratalikrama dan RB Deny F. Suryoningprang dari Majelis Adat Kerajaan Nusantara.

Hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat, Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, Kapolres Pamekasan AKBP Wahyu Hidayat, dan Dandim 0826 Pamekasan Letkol Kav. Agus Wibowo.

Melalui kegiatan itu, penyelenggara berupaya menjadikan peringatan Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk mempertemukan sejarah dan kebudayaan dengan agenda kepemudaan.