Pemkab Sumenep Gelontorkan BK Khusus Desa 2025 Senilai 1,1 Miliar untuk 4 Lokasi Wisata
NEWS SUMENEP, DIMADURA – Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi mengalokasikan Bantuan Keuangan (BK) Khusus Desa Tahun Anggaran 2025 senilai Rp1,1 miliar untuk mendukung pengembangan potensi wisata desa.
Bantuan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Sumenep Nomor 100.3.3.2/142/KEP/013/2025 yang ditetapkan pada tanggal 23 Mei 2025.
Berdasarkan dokumen resmi itu, terdapat empat desa penerima BK Khusus yang masing-masing mendapatkan dukungan anggaran pengembangan wisata sebagai stimulan untuk memperkuat ekonomi desa melalui sektor pariwisata.
Empat desa tersebut antara lain Batuputih Daya dan Badur di Kecamatan Batuputih, Kebundadap Timur Kecamatan Saronggi, dan Desa Sendang di Kecamatan Pragaan.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Andri Zulkarnain, menjelaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk memberi stimulus awal bagi desa dalam mengembangkan potensi wisata yang dimiliki.
“Harapannya, dengan adanya BKK Desa itu, adalah dapat memberikan stimulan ke desa untuk pengembangan wisata yang dimiliki oleh desa tersebut,” kata Andri kepada media ini, Kamis (27/11) lalu.
Terkait pemanfaatan bantuan khusus masing-masing desa tersebut, Andri menjelaskan beberapa program pembangunan yang harus direncanakan oleh pemerintah desa.
Untuk Desa Badur, ia menyebut bahwa bantuan tersebut diarahkan pada pembangunan penunjang wisata pantai.
“Kalau yang Badur itu untuk pembangunan gazebo di sekitar Pantai Badur. Jadi ada gazebo, kamar mandi, juga toilet,” katanya.
Sementara untuk Desa Batuputih Daya, Andri menyebut pengembangan diarahkan pada fasilitas pandang pantai.
“Di Batuputih Daya itu untuk dibangun gazebo yang ke arah bisa lihat pantai. Jadi di situ mereka itu bangun gazebo sama gardu pandang,” jelasnya.
Adapun di Desa Kebundadap Timur, yang masuk dalam daftar penerima BK Khusus sesuai SK Bupati, bantuan tersebut diproyeksikan untuk mendukung pengembangan wisata desa yang selama ini mulai berkembang.
Untuk Desa Sendang, realisasi bantuan tersebut dinyatakan masih dalam proses. “Anggarannya sudah turun semua kecuali yang untuk Desa Sendang, yang untuk kios area di Tugu Keris itu masih proses, tapi sudah masuk pengajuannya,” terangnya.
Andri menegaskan, bahwa pengalokasian BK Khusus Desa 2025 ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang pertumbuhan ekonomi berbasis desa.
Ia lanjut menyampaikan harapan agar Program BK Khusus Desa 2025 ini mampu mendorong tumbuhnya destinasi wisata baru serta memperkuat destinasi yang sudah ada, sehingga desa dapat lebih berdaya dan memiliki sumber ekonomi berkelanjutan.
“Semua desa itu punya potensi. BKK ini sebagai pemicu agar desa lebih aktif mengembangkan potensi wisata mereka,” pungkasnya.
***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow






