dimadura
Beranda Congkop Profil Lengkap Bupati Pamekasan 2025-2030, KH Kholilurrahman: Karir Politik, Keluarga, dan Model Kepemimpinan

Profil Lengkap Bupati Pamekasan 2025-2030, KH Kholilurrahman: Karir Politik, Keluarga, dan Model Kepemimpinan

Profil Bupati Pamekasan 2025-2030, KH Kholilurrahman (Foto: Istimewa/Doc. Dimadura)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1TOKOH, DIMADURA – KH Kholilurrahman lahir di Pamekasan, Madura, pada 10 Oktober 1962, dari keluarga besar ulama yang berpengaruh di lingkungan pesantren.

Ia merupakan putra dari KH Abdul Hamid, pengasuh pesantren yang dikenal sebagai pendidik sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang disegani.

Didikan pesantren dan tradisi keilmuan Islam telah ia terima sejak usia dini. KH Kholilurrahman menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Madura, kemudian melanjutkan ke sejumlah pesantren ternama di Jawa Timur dan pendidikan tinggi di lingkungan Perguruan Tinggi Keislaman.

Kepiawaiannya dalam menguasai ilmu agama dan kemampuan retorika menjadikannya cepat dikenal sebagai dai muda yang cerdas, komunikatif, dan memiliki wawasan luas.

Kiprah Politik dan Awal Karier Pemerintahan

Karier politik KH Kholilurrahman dimulai dari aktivitasnya di organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Ia aktif di NU, baik di tingkat lokal maupun provinsi.

Dari organisasi inilah jaringan sosial politik dan ketokohannya mulai terbentuk. Popularitas dan kepercayaan masyarakat terhadapnya terus meningkat, mendorongnya maju dalam kontestasi politik lokal.

Pada Pilkada 2005, ia terpilih sebagai Bupati Pamekasan untuk periode 2005-2010. Kepemimpinannya saat itu dipandang progresif karena menghadirkan banyak terobosan, khususnya dalam bidang transparansi birokrasi dan penguatan sektor pendidikan keagamaan.

Ia juga dikenal sebagai figur pemimpin yang tidak elitis, dekat dengan masyarakat, dan rajin melakukan dialog langsung dengan rakyat kecil.

Gaya Kepemimpinan 2005-2010: Humanis dan Transparan

Selama periode pertamanya sebagai Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman mengedepankan gaya kepemimpinan yang partisipatif dan humanis.

Ia menerapkan prinsip musyawarah dalam pengambilan kebijakan strategis daerah. Beberapa ciri khas model kepemimpinannya kala itu antara lain:

Membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat melalui forum-forum aspiratif di kecamatan.

Peningkatan anggaran pendidikan keagamaan dan pemberian beasiswa bagi santri dan siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu.

Reformasi birokrasi berbasis nilai-nilai Islam, seperti penguatan integritas ASN melalui pelatihan spiritual dan manajerial.

Percepatan pembangunan infrastruktur desa, dengan skema kolaboratif antara pemerintah kabupaten dan tokoh masyarakat lokal.

Hasilnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan publik di Pamekasan meningkat secara signifikan, dan berbagai penghargaan tingkat provinsi diraih selama masa jabatannya.

Kepemimpinan di Periode Kedua (2025-2030)

Setelah satu dekade lebih tidak menjabat, KH Kholilurrahman kembali mencalonkan diri dan terpilih sebagai Bupati Pamekasan untuk periode 2025-2030.

Dukungan luas dari masyarakat, khususnya kalangan pesantren dan kelompok muda, menjadi kunci kemenangannya.

Ia membawa semangat baru dengan tetap berpijak pada akar nilai-nilai Islam dan kearifan lokal.

Tiga Pilar Visi Kepemimpinan 2025-2030

Dalam periode kedua ini, ia menekankan tiga pilar utama sebagai poros pembangunan:

1. Penguatan Pendidikan Berbasis Akhlak

Membangun sistem pendidikan yang tidak hanya menekankan pada aspek akademik, tetapi juga karakter dan akhlakul karimah.

2. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Mendorong inovasi lokal dan memperkuat UMKM berbasis potensi desa dan teknologi digital.

3. Reformasi Birokrasi Melayani

Menciptakan sistem birokrasi digital yang cepat, bersih, dan mudah diakses masyarakat.

Sosok Ulama Progresif yang Merakyat

Salah satu kekuatan KH Kholilurrahman adalah kharisma sosial dan kedekatannya dengan rakyat.

Ia dikenal tidak segan mengunjungi pelosok desa, mendengarkan keluhan masyarakat secara langsung, dan menjadikan suara rakyat sebagai fondasi kebijakan.

Gaya komunikasinya yang santun dan penuh empati membuatnya mudah diterima lintas kalangan.

Kepemimpinan KH Kholilurrahman juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya kompatibel, tetapi juga esensial dalam pembangunan daerah. Ia menampilkan wajah Islam yang solutif, bersahabat, dan berkemajuan.

Relevansi Nilai Pesantren dalam Tata Kelola Modern

KH Kholilurrahman adalah representasi nyata dari ulama yang mampu menjadi pemimpin publik tanpa kehilangan identitas keulamaan.

Kembali terpilih sebagai Bupati Pamekasan, ia hadir membawa harapan akan pemerintahan yang bersih, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Model kepemimpinannya menunjukkan bahwa nilai-nilai pesantren dapat bertransformasi menjadi kekuatan strategis dalam menghadapi tantangan globalisasi, modernisasi, dan kompleksitas sosial.

Bupati Pamekasan 2025-2030, KH. Kholilurrahman, adalah simbol dari Islam yang bergerak, membangun, dan mengabdi.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan