Rahasia Ayat Salam Nabi Nuh untuk Melindungi Diri dari Hewan Berbisa
TARÈKA, DIMADURA – Dalam kehidupan masyarakat tradisional, terutama yang bersentuhan langsung dengan alam liar, perlindungan spiritual adalah bagian yang tak terpisahkan dari keseharian kehidupan.
Dikutip dari islamicsqh.com Salah satu amalan yang sering dipraktikkan hususnya oleh para petani, penggembala, dan pekerja ladang adalah membaca 3 kali ayat dari Al-Qur’an: “.سَلَـٰمٌ عَلَىٰ نُوحࣲ فِی ٱلۡعَـٰلَمِینَ” Apa yang membuat salam ini begitu istimewa dan diyakini sebagai bentuk perlindungan?
سَلَـٰمٌ عَلَىٰ نُوحࣲ فِی ٱلۡعَـٰلَمِینَ. (سورة الصافات : ٧٩)
”Keselamatan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam.”
Ayat “سلام على نوح في العالمين” (Salamun ‘ala Nuhin fil ‘alamin) terdapat dalam Surah Ash-Shaffat ayat 79. Ayat ini merupakan bentuk pujian langsung dari Allah kepada Nabi Nuh setelah perjuangan panjangnya menghadapi kaumnya yang ingkar.
Setelah bencana banjir besar yang membinasakan kaum yang zalim, Allah mengabadikan keselamatan dan kehormatan Nuh dalam bentuk salam yang dikenang sepanjang masa.
Kata “salamun” berasal dari akar kata “salima” yang berarti keselamatan dan kedamaian.
Dalam konteks ini, salam bukan hanya bentuk pujian, tetapi juga mengandung makna doa keselamatan dan penjagaan ilahi yang terus mengalir kepada Nabi Nuh.
Menurut Tafsir Al-Qurṭubī dan Tafsir Ibn Kathīr, ayat ini menunjukkan bentuk pujian Allah terhadap Nabi Nuh yang diabadikan dalam kitab suci al-Qur’an.
Di berbagai wilayah, terutama yang backgroundnya pedesaan di dunia Muslim, ayat ini diamalkan sebagai perlindungan dari bahaya hewan berbisa seperti ular dan kalajengking.
Mereka percaya bahwa membaca ayat ini sebelum bekerja di ladang atau hutan dapat menjadi tameng spiritual terhadap gangguan makhluk berbahaya.
Praktik ini lebih dari sekadar budaya. Ia bersandar pada keyakinan yang kuat terhadap kekuatan lafaz ilahi yang membawa keberkahan dan perlindungan.
“Salamun ‘ala Nuhin fil ‘alamin” adalah ayat yang secara historis merupakan penghormatan kepada Nabi Nuh, namun secara budaya telah menjadi amalan perlindungan yang menyatu dengan kehidupan masyarakat Muslim.
Ayat ini menunjukkan bagaimana wahyu tidak hanya menjadi bacaan spiritual, tapi juga solusi hidup yang bersifat praktikal dan relevan hingga hari ini.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





