Menurut dia, pendampingan terhadap pelaku UMKM tidak hanya dilakukan melalui bantuan sarana produksi.
KEI, kata Kampoi, juga melibatkan tenaga ahli untuk membantu meningkatkan kemampuan pelaku usaha, termasuk dalam aspek pemasaran.
“Kami melibatkan ahli hingga proses pemasaran,” jelasnya.
Dalam pameran di Yogyakarta, KEI membawa produk UMKM Kerajinan Santigi dari Desa Pagerungan Besar.
Produk tersebut dipilih untuk diperkenalkan kepada peserta kegiatan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Semoga kegiatan ini dapat menambah motivasi dalam meningkatkan pemasaran dan inovasi produk,” ujar Kampoi.
Ketua Kelompok UMKM Kerajinan Santigi, Nur Hidayat, mengatakan usaha yang dikelolanya kini telah memiliki pelanggan dari berbagai wilayah. Omzet penjualan rata-rata mencapai sekitar Rp 4 juta per bulan.
“Tiap bulan pasti ada pesanan,” kata Hidayat.
Kelompok itu memproduksi berbagai jenis kerajinan. Di antaranya miniatur kapal, miniatur samurai, dan gelang.
Sebagian produk dibuat berdasarkan pesanan atau sistem pre-order. Namun, untuk produk gelang, kelompok tersebut menyediakan stok yang dapat dibeli langsung.

