“Untuk gelang, stoknya selalu ready,” ujarnya.

Meski telah memiliki pasar di sejumlah daerah, pemasaran secara daring masih menghadapi kendala. 

Keterbatasan jaringan internet di wilayah kepulauan membuat aktivitas penjualan melalui platform digital belum berjalan optimal.

“Kami sudah mencoba memasarkan secara online melalui Facebook,” kata Hidayat.

UMKM Kerajinan Santigi telah menjadi mitra binaan KEI sejak 2007. Sebelum mendapatkan pendampingan, masyarakat Desa Pagerungan Besar sebenarnya telah menjalankan usaha kerajinan berbahan kayu.

Namun, keterbatasan peralatan produksi membuat kapasitas usaha tersebut belum berkembang secara optimal.

Melihat potensi tersebut, KEI memberikan sejumlah dukungan berupa pelatihan, bantuan peralatan produksi, hingga promosi produk.

Saat ini, usaha kerajinan tersebut dikelola secara berkelompok dengan enam anggota.

“Usaha ini dikelola secara berkelompok. Anggota kami berjumlah enam orang,” tambah Hidayat.

Pembagian pekerjaan dilakukan sesuai dengan tahapan produksi. Anggota laki-laki lebih banyak menangani pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik, seperti membentuk model kerajinan.