Sampah di Sampang Tembus 27 Ton per Hari, Tiga Kecamatan Tak Terlayani
NEWS DIMADURA, SAMPANG – Produksi sampah di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terus mengalami peningkatan. Hingga awal 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mencatat volume sampah yang ditangani mencapai 27 ton per hari.
Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan DLH Sampang, Aulia Arif, mengungkapkan bahwa angka tersebut belum mencerminkan keseluruhan sampah yang dihasilkan masyarakat di Kabupaten Sampang.
“Itu hanya dari wilayah-wilayah yang bisa dilayani. Kalau jumlah sebenarnya se Kabupaten Sampang kemungkinan lebih besar,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Menurut Arif, ada tiga kecamatan yang belum terlayani pengangkutan sampah secara optimal, yaitu Kecamatan Sreseh, Tambelangan, dan Karang Penang. Kendala utama adalah keterbatasan personel dan armada.
“Biaya bahan bakar armada pengangkut sampah bisa mencapai Rp60 juta per bulan,” katanya.
Ia menambahkan, tren produksi sampah di Sampang terus meningkat dari tahun ke tahun. “Tahun lalu sekitar 22 ton per hari, sekarang sudah naik menjadi 27 ton,” jelasnya.
Sumber sampah terbesar, lanjut Arif, berasal dari pasar tradisional, pondok pesantren, perhelatan event besar, dan kondisi pasca-bencana seperti banjir.
“Kami berharap adanya penambahan tenaga dan armada agar layanan kebersihan dapat menjangkau seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Sampang,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow



