dimadura
Beranda Tomang Sampang Sejak 1967 Diperjuangkan, Pangeran Trunojoyo Belum Juga Jadi Pahlawan Nasional

Sejak 1967 Diperjuangkan, Pangeran Trunojoyo Belum Juga Jadi Pahlawan Nasional

Ist

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS DIMADURA, SAMPANG – Harapan agar Pangeran Trunojoyo mendapat gelar Pahlawan Nasional ternyata bukanlah isu baru. Sejarah mencatat, perjuangan untuk mengangkat nama besar sang pejuang Madura itu sudah digagas sejak tahun 1967.

Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Sampang, Abdul Basith, mengungkapkan bahwa pengajuan gelar tersebut pertama kali lahir dari seminar di era Gubernur Jawa Timur Muhammad Nur bersama Bupati Sampang kala itu, R. Soetjipto Bagus.

“Sejak 1967, pembahasan kelayakan Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional telah dibicarakan secara serius,” ujarnya, Selasa (19/8/2025).

Menurut Basith, dorongan itu berangkat dari rekam jejak sejarah Trunojoyo yang memimpin perlawanan terhadap tirani Mataram yang bersekutu dengan VOC. Perlawanan tersebut tidak hanya bernuansa politik, melainkan juga dilandasi nilai religiusitas yang kuat.

“Trunojoyo bergerak atas dasar iman dan pengabdian, bukan sekadar melawan penjajahan, tetapi juga membebaskan rakyat dari penindasan,” jelasnya.

Dengan jejak perjuangan yang begitu jelas, masyarakat Madura sejak lama menaruh harapan besar agar negara mengakui jasa besar Pangeran Trunojoyo.

“Bagi kami, sejak 1967 beliau sudah pantas menyandang gelar Pahlawan Nasional,” tegas Basith.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan