Hingga kini, Sumenep tercatat memiliki sekitar 1.000 empu dan pengrajin keris yang tersebar di 14 desa di tiga kecamatan. Tadjul menyebut jumlah ini sebagai salah satu yang terbesar di dunia.

 

“Sejak zaman Presiden Soeharto sampai sekarang, bila negara ingin memberikan cenderamata keris kepada kepala negara asing, mereka memesannya dari Sumenep,” pungkas Tadjul.

 

Host acara, Ibnu Hajar, berharap, dialog budaya ini dapat memperkaya wawasan publik tentang pentingnya pelestarian keris sebagai pusaka, warisan intelektual, serta identitas budaya Madura

 

"Acara ini hendak menegaskan kembali, bahwa Sumenep merupakan daerah penghasil keris, pusat pengetahuan berbasis kebudayaan, sejarah dan tradisi perkerisan Nusantara," tutup moderator acara dialog ini. ***