Berdasarkan norma adat turun-temurun keluarga Kerajaan Sumenep, tata etika menyerahkan serta menerima keris ini berlaku saat kita sedang berada di acara sarasehan maupun saat diskusi perkerisan.

Menyerahkan keris kepada orang yang lebih tua atau lebih tinggi jabatannya, maka tangan kanan harus memegang warangka keris pada gandar paling bawah (paling ujung) dan tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan. Orang yang kita hormati hendaklah menerima warangka keris dengan memegang gandar bagian atas (pangkal gandar).

Pantangan dalam Pergaulan Perkerisan

Saat melihat bilah keris milik orang lain, tabu hukumnya menilai kualitas keris tersebut kecuali atas permintasn si pemilik. Demikian juga memberikan komentar negatif atau mencela keris milik orang lain, hal tersebut merupakan pantanga dalam pergaulan perkerisan.

Untuk itu, semua pihak harus dapat menahan diri ketika melihat dan mengamati bilah keris milik orang lain dalam suatu pertemuan sarasehan atau diskusi perkerisan.

Terkecuali dalam pertemuan khusus yang memang diadakan sebagai wahana edukasi, maka penilaian terhadap keris dapat dilakukan oleh orang yang lebih paham kepada orang yang masih belum paham secara teknis.***