2. Ngandhel biddhâng
Contoh rora bhâsa lai: ngandhel biddhâng, memasak wedang.
Maksudnya adalah memasak air untuk dijadikan wedang, bukan masak wedang. Karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wedang adalah air yang mendidih sebagai bahan utama minuman yang sifatnya adonan.
Hal bahasa ungkap demikian di kalangan orang Madura lumrah digunakan. Karena memang kebiasaan orang Madura dalam mengucapkan kalimat adalah dengan menyingkatnya sesimpel mungkin.
Kendatipun perihal yang diucapkan si pembicara tidak lengkap sebagaimana mestinya, namun maksud atau artinya sudah dapat dimengerti oleh orang yang diajak bicara.
B. Contoh Lain Rora Bhâsa
3) Matoro’a jhuko’
Na’, èya’ sêngko’ matoro’a jhuko’, ya.. (Nak, Ini saya titip ikan, ya..)
Demikian. Padahal yang disodorkan untuk dititipkan (sé épatoro’) bukan ikan (jhuko’), melainkan uang. Tentu, sepintas lalu, bahasa tersebut memiliki arti yang salah.
Namun, anak yang menerima titipan tersebut sudah sangat mengerti terhadap maksud yang diinginkan oleh ortunya.

