NEWS SUMENEP,DIMADURA–Pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) Biodiesel B50 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diperkirakan mulai dilakukan pada awal Juli 2026.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan penyaluran BBM tersebut akan segera dilakukan setelah berkoordinasi dengan PT Pertamina terkait kesiapan distribusi bahan bakar campuran terbaru itu.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan hasil koordinasi dengan Pertamina menunjukkan penyaluran B50 diproyeksikan berlangsung pada 3 hingga 4 Juli 2026.

"Estimasi penyaluran B50 pada 3-4 Juli 2026 berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina," ucap Dadang saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sumenep belum menjelaskan secara rinci mengenai harga jual maupun mekanisme distribusi B50 kepada masyarakat.

B50 merupakan pengembangan terbaru dari program biodiesel nasional yang memadukan bahan bakar solar dengan 50 persen bahan baku berbasis nabati, terutama minyak sawit.

Program ini menjadi lanjutan dari implementasi B40 yang sebelumnya telah diterapkan pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa penerapan B50 secara nasional dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Menurut Bahlil, pemerintah terus memantau perkembangan uji coba sebelum implementasi penuh dilakukan.

Evaluasi terhadap hasil pengujian dijadwalkan kembali melalui rapat bersama tim teknis.