“IPPNU akan menjadi wadah bagi pelajar putri untuk belajar, berkarya, dan mengabdi. Kami ingin menghadirkan kader perempuan NU yang cerdas, mandiri, berakhlak, serta mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan sosial maupun ekonomi daerah,” tuturnya.
Gandeng Empat Kampus
Selain pengambilan ikrar kepengurusan, momentum pelantikan juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara PC IPNU-IPPNU Sumenep dengan empat perguruan tinggi.
Keempat kampus tersebut yakni Universitas Annuqayah (UA), Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) Sumenep, serta Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Sumenep.
Kerja sama itu diarahkan untuk membuka akses pendidikan tinggi melalui skema beasiswa bagi kader IPNU dan IPPNU. Program tersebut diharapkan memberikan kesempatan lebih luas kepada kader untuk melanjutkan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia organisasi.
Yayak menyebut kerja sama dengan empat perguruan tinggi itu sebagai salah satu langkah strategis kepengurusan IPNU-IPPNU Sumenep periode 2026–2028.
“Kami ingin memastikan kader IPNU dan IPPNU tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki akses yang lebih besar terhadap pendidikan tinggi,” tegasnya.
Menurut dia, kerja sama tersebut menjadi langkah awal membangun pola kaderisasi berkelanjutan yang berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan.
Putri Ramadani menambahkan, peluang beasiswa diharapkan dapat mendorong kader IPPNU untuk terus meningkatkan prestasi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Pendidikan adalah investasi terbaik untuk melahirkan generasi NU yang cerdas, mandiri, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, serta daerah,” ungkapnya.

