Adapun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) turut mendukung dalam aspek perizinan usaha.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Ibrohimy KH Mohammad Mawardi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep yang telah memilih lembaganya sebagai lokasi pelatihan pengolahan bawang merah.

"Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Bapak Bupati Sumenep, yang telah menjadikan lembaga kami sebagai tempat pelatihan pengolahan bawang merah," tutur Mawardi.

Dia berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. 

Menurut Mawardi, peserta perlu mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan agar mampu memproduksi dan memasarkan produk secara mandiri.

"Harapan saya, kegiatan ini tidak cukup hanya pelatihan. Tentunya harus terus-menerus memproduksi sehingga dapat menambah jumlah UMKM di Kabupaten Sumenep," ujarnya.

Mawardi menilai pelatihan tersebut memberikan wawasan, keterampilan, serta pengalaman kewirausahaan baru bagi para santri.

"Ini bisa menambah wawasan baru, skill, dan jiwa entrepreneur bagi para santri," katanya.

Mawardi menyebutkan, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang menanyakan pelaksanaan pelatihan sebelum kegiatan dimulai.

Sehingga, dia menilai keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha sekaligus membantu meningkatkan pendapatan keluarga.