SUMENEP, DIMADURA–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan melalui berbagai program yang diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah dengan dua pendekatan utama, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat dan meningkatkan pendapatan.
Selain itu, strategi penanggulangan kemiskinan disusun dengan mempertimbangkan karakteristik setiap wilayah.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar bentuk intervensi yang dilakukan pemerintah dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Arif Firmanto mengatakan, kondisi geografis Sumenep yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan membutuhkan pola intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap daerah.
“Penanggulangan kemiskinan tidak boleh hanya mengandalkan bantuan sosial yang bersifat konsumtif. Intervensi harus menyentuh akar persoalan melalui penguatan ekonomi masyarakat lokal dan pendekatan berbasis kewilayahan,” kata Arif.
Hal itu disampaikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pengembangan Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat di Ruang Potre Koneng, Kantor Bappeda Sumenep, Selasa (15/9/2026).
Menurut Arif, Pemkab Sumenep menggunakan tiga kerangka utama dalam penanggulangan kemiskinan.
Ketiganya meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan.
Pelaksanaan strategi itu sendiri dilakukan melalui integrasi program lintas sektor.

