“Kita sebenarnya sudah berada pada ruang modern. Contohnya penggunaan hand traktor. Saat panen juga sudah menggunakan alsintan. Itu bagian dari teknologi dan Sumenep sudah bertransformasi ke alat-alat pertanian modern,” ucapnya.

Inung menambahkan, pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian.

Modernisasi ini diharapkan dapat membantu petani menghadapi berbagai tantangan dalam proses produksi.

Selain pemanfaatan alsintan, DKPP Sumenep terus memperkuat pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian.

“Kita sekarang bersinergi dengan penyuluh pertanian yang berada di bawah pemerintah pusat,” ujarnya.

Inung menyebutkan, Sumenep memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Hal tersebut didukung oleh luasnya lahan pertanian yang tersebar di sejumlah wilayah.

Potensi itu, kata dia, menjadi modal bagi Sumenep untuk terus meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Madura.

Sumenep sebagai lumbung pangan memiliki potensi yang cukup besar karena lahan pertaniannya juga cukup luas,” pungkas Inung. ***