SAMPANG, DIMADURA–Kekeringan yang melanda di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mulai berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. 

Salah satunya dirasakan warga Desa Olor, Kecamatan Banyuates, yang menghadapi keterbatasan air bersih.

Persoalan tersebut mendorong Himpunan Mahasiswa Sampang Universitas Trunojoyo Madura (HIMASA-UTM) membawa bantuan langsung ke tengah masyarakat. 

Sebanyak 3.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Desa Olor dalam rangkaian kegiatan sosial bertajuk Abdi Desa.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 2-4 Oktober 2026. Selain distribusi air, mahasiswa juga menggelar pengobatan gratis dan program pendidikan melalui HIMASA Mengajar di SDN Olor 2.

Ketua Umum HIMASA-UTM Rozek mengatakan, persoalan air menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak yang ditemukan mahasiswa ketika menjalankan kegiatan di Desa Olor.

“Puncaknya pembagian air bersih sebanyak 3.000 liter yang dibagikan ke warga Desa Olor yang kesulitan air bersih dampak dari kekeringan saat ini,” kata Rozek, Minggu (4/10/2026).

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memberikan bantuan dalam jangka pendek. 

Kehadiran mahasiswa juga diharapkan dapat membangun kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat desa.

Rozek mengatakan, HIMASA-UTM memilih Desa Olor karena melihat masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian, terutama terkait akses terhadap air bersih.

“Tujuan kami HIMASA yakni untuk memajukan desa tersebut, karena banyak permasalahan yang ada di sana. Yang paling penting yakni air, di sana sangat kesusahan air bersih buat masyarakat Olor,” ujarnya.

Selain distribusi air, program HIMASA Mengajar diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa SDN Olor 2. 

Adapun pengobatan gratis menjadi bagian lain dari upaya mahasiswa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Rangkaian kegiatan itu mendapat respons positif dari warga.

“Alhamdulillah semua kegiatan mendapatkan sambutan yang antusias dari warga,” kata Rozek.

Ia mengatakan kegiatan Abdi Desa membawa semangat agar mahasiswa tidak hanya beraktivitas di lingkungan kampus, tetapi juga terlibat dalam persoalan masyarakat.

Pihaknya berharap persoalan kekurangan air di Desa Olor tidak hanya ditangani melalui bantuan sementara. 

Menurut mereka, kebutuhan air bersih perlu mendapat perhatian lebih serius agar masyarakat memiliki akses yang lebih berkelanjutan.

Karena itu, Rozek mendorong Pemerintah Kabupaten Sampang menjadikan persoalan air bersih di Desa Olor sebagai salah satu perhatian dalam penanganan dampak kekeringan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Puskesmas Banyuates, perangkat Desa Olor, serta Sekretaris Desa Olor.

"Bantuan 3.000 liter air ini menjadi langkah sementara untuk meringankan kebutuhan warga, " tutupnya. ***