SUMENEP, DIMADURA–Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai memasuki tahap pengerjaan fisik.
Dari total 84 rumah yang menjadi sasaran bantuan, sebanyak 10 unit kini telah dibangun.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) terus mempercepat distribusi material ke lokasi penerima bantuan.
Ia menilai, langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kendala pasokan bahan bangunan, terutama menjelang musim penghujan.
Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperkimhub Sumenep Noviana Citrayani mengatakan, pengerjaan di lapangan terus berjalan bersamaan dengan proses pengiriman material.
“Untuk progres sudah mulai jalan proses pembangunan. Sampai saat ini sudah 10 unit yang terbangun,” kata Noviana.
Menurut dia, percepatan distribusi material menjadi perhatian karena ketersediaan bahan bangunan di sejumlah toko mulai terbatas.
Disperkimhub saat ini, lanjut Noviana, bekerja sama dengan tujuh toko penyedia material, dengan empat berada di wilayah daratan dan tiga lainnya melayani kawasan kepulauan.
“Ini mulai dikebut untuk proses dropping bahan. Takut pas hujan, bahan bangunan leveransiran mulai langka,” ujarnya.
Noviana menyebutkan Disperkimhub menargetkan progres pembangunan dapat mencapai sekitar 80 persen dalam waktu dekat.

