SUMENAP, DIMADURA–Gemuruh musik tradisional Madura ikut mewarnai rangkaian Riders Parade MotoGP Mandalika 2026 di Teras Udayana, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (7/10/2026).
Di tengah antusiasme warga menyambut parade para pembalap dunia, kesenian musik Tongtong Angin Ribut asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tampil membawa nuansa budaya lokal ke panggung perhelatan olahraga otomotif internasional.
Penampilan yang dipadukan dengan tarian khas Sumenep itu dimulai sekitar pukul 14.00 WITA menjelang parade balap dimulai.
Dentuman perkusi tradisional menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian masyarakat yang memadati kawasan Teras Udayana.
Tongtong merupakan kesenian musik perkusi tradisional Madura yang tumbuh dari tradisi masyarakat.
Kesenian tersebut memiliki akar sejarah dari budaya. Kehadiran Tongtong Angin Ribut di tengah rangkaian MotoGP tidak sekadar menjadi hiburan.
Momen tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Sumenep untuk memperkenalkan karakter budaya Madura kepada masyarakat luas dari berbagai daerah yang datang menyaksikan ajang balap motor dunia itu.
Sejumlah pembalap ternama menjadi magnet utama dalam parade itu, di antaranya Marc Marquez, Fabio Di Giannantonio, Marco Bezzecchi, serta pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama.
Pelatih Tongtong Angin Ribut, Lutfi Rahman, mengatakan timnya telah mempersiapkan penampilan secara maksimal untuk memberikan pertunjukan terbaiknya dalam kesempatan yang luar biasa itu.
Menurut dia, tampil dalam agenda kanca internasional MotoGP menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan tersendiri bagi para pelaku seni Tongtong Angin Ribut.

