“Ini menjadi kesempatan yang sangat luar biasa bagi kami. InsyaAllah telah memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama Sumenep melalui musik tradisional Tongtong Angin Ribut,” ujar Lutfi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menilai kesempatan tampil dalam rangkaian kegiatan MotoGP memiliki arti penting bagi upaya memperluas pengenalan budaya Sumenep.
Menurut dia, kesenian tradisional dapat menjadi salah satu medium untuk memperkenalkan identitas daerah sekaligus menunjukkan kekayaan budaya Madura kepada publik yang lebih luas.
“Dari Sumenep untuk Mataram, dari Madura untuk Indonesia,” kata Faruk.
Penampilan itu sekaligus memperlihatkan bahwa kesenian tradisional memiliki ruang untuk hadir di tengah gelaran modern berskala internasional. Bagi Sumenep, panggung MotoGP bukan hanya tentang olahraga dan hiburan.
Kehadiran Tongtong Angin Ribut menjadi cara lain untuk memperlihatkan bahwa identitas budaya lokal Madura dapat berdiri sejajar dan menarik perhatian di tengah kemeriahan sebuah event berkelas dunia. ***

