Regenerasi petani dinilai penting agar pertanian tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang melalui inovasi dan pemanfaatan pengetahuan yang terus diperbarui.
“Saya berharap semakin banyak anak muda yang tertarik terjun ke dunia pertanian. Anak muda harus berani belajar, berinovasi, dan ikut mengambil bagian dalam memajukan pertanian daerah,” katanya.
Keikutsertaan tiga pemuda tersebut juga tidak terlepas dari peran Aly, anggota tim Bayer di Sumenep, yang merangkul dan mendorong generasi muda setempat untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.
Upaya itu menjadi salah satu bentuk dorongan agar pemuda yang bergerak di sektor pertanian memiliki kesempatan memperluas wawasan serta membangun koneksi dengan petani dari berbagai wilayah.
Pertemuan dengan ratusan petani dalam satu kegiatan nasional diharapkan dapat membuka perspektif baru bagi peserta, termasuk mengenai tantangan yang dihadapi sektor pertanian dan peluang pengembangannya pada masa mendatang.
Bagi Kabupaten Sumenep, kehadiran Rizki, Dani, dan Wahyu dalam Jambore Sobat Bayer 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pembangunan pertanian.
Harapannya, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengembangkan praktik pertanian yang lebih baik di lingkungan masing-masing.
Lebih dari sekadar keikutsertaan dalam sebuah acara, langkah tiga pemuda tersebut menunjukkan pentingnya membuka akses pembelajaran dan jejaring bagi petani muda.
Dengan kesempatan untuk terus belajar dan berkolaborasi, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menjaga keberlanjutan sekaligus mendorong kemajuan pertanian Sumenep. ***

