SUMENEP, DIMADURA–Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kunci keberlanjutan sektor pertanian.

Di tengah tantangan regenerasi petani, tiga pemuda asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendapat kesempatan memperluas wawasan melalui Jambore Sobat Bayer 2026 di Malang yang dilaksanakan PT Bayer Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Haris Malang dari tanggal 20-22 Oktober 2026, dan diikuti sekitar 800 petani dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketiga pemuda tersebut ialah Rizki Ryan Firmansyah dari Desa Bukabu, Kecamatan Ambunten; Dani dari Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto; serta Wahyu dari Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih.

Partisipasi mereka tidak sekadar menjadi ajang pertemuan antarpelaku pertanian.

Kegiatan berskala nasional itu juga membuka ruang bagi petani muda Sumenep untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, dan mengenal perkembangan dunia pertanian di luar daerahnya.

Bagi Rizki, kesempatan mengikuti jambore tersebut menjadi pengalaman penting untuk memperkaya pengetahuan sekaligus memperkuat tekad berkontribusi bagi pertanian daerah.

“Melalui kegiatan ini, saya ingin belajar lebih banyak, menambah pengalaman, dan mendapatkan wawasan baru yang bisa menjadi bekal untuk mengembangkan pertanian di Sumenep,” ucap Rizki. Rabu (21/10/26).

Ia berharap, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi dapat menjadi modal untuk mendorong pertanian Sumenep agar lebih maju, modern, dan mampu menghadapi tantangan ke depan.

Menurut Rizki, keterlibatan anak muda dibutuhkan untuk menghadirkan gagasan baru di sektor pertanian.

Regenerasi petani dinilai penting agar pertanian tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang melalui inovasi dan pemanfaatan pengetahuan yang terus diperbarui.

“Saya berharap semakin banyak anak muda yang tertarik terjun ke dunia pertanian. Anak muda harus berani belajar, berinovasi, dan ikut mengambil bagian dalam memajukan pertanian daerah,” katanya.

Keikutsertaan tiga pemuda tersebut juga tidak terlepas dari peran Aly, anggota tim Bayer di Sumenep, yang merangkul dan mendorong generasi muda setempat untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

Upaya itu menjadi salah satu bentuk dorongan agar pemuda yang bergerak di sektor pertanian memiliki kesempatan memperluas wawasan serta membangun koneksi dengan petani dari berbagai wilayah.

Pertemuan dengan ratusan petani dalam satu kegiatan nasional diharapkan dapat membuka perspektif baru bagi peserta, termasuk mengenai tantangan yang dihadapi sektor pertanian dan peluang pengembangannya pada masa mendatang.

Bagi Kabupaten Sumenep, kehadiran Rizki, Dani, dan Wahyu dalam Jambore Sobat Bayer 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pembangunan pertanian.

Harapannya, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengembangkan praktik pertanian yang lebih baik di lingkungan masing-masing.

Lebih dari sekadar keikutsertaan dalam sebuah acara, langkah tiga pemuda tersebut menunjukkan pentingnya membuka akses pembelajaran dan jejaring bagi petani muda.

Dengan kesempatan untuk terus belajar dan berkolaborasi, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menjaga keberlanjutan sekaligus mendorong kemajuan pertanian Sumenep. ***