Melihat kembali kasus Pasien Dani, keluarga yang mempertanyakan penanganan medis.
Keluhan terbaru tersebut muncul setelah kematian Dani, santri asal Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS BHC pada Selasa (13/10/2026).
Sebelumnya, keluarga Dani menyampaikan kekhawatiran mengenai penanganan medis yang diterima korban.
Mereka menyebut Dani sempat mendapatkan suntikan dari perawat pada pagi hari sebelum meninggal dunia.
Keluarga juga mengungkapkan adanya busa dan material menyerupai serbuk yang keluar dari hidung serta mulut korban. Namun, penyebab kematian Dani dan kaitannya dengan tindakan medis yang diterimanya belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan tersebut.
Pihak RS BHC sebelumnya, melalui Humas dan Marketing Manager Sandra Rahestri, menyatakan bahwa rumah sakit masih melakukan investigasi internal atas kasus tersebut.
Wartawan Belum Mendapatkan Keterangan Pihak Rumah Sakit.
Untuk memperoleh penjelasan mengenai keluhan pelayanan pasien BPJS Kesehatan, wartawan mendatangi RS BHC di Jalan Jokotole Lingkar Barat, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Sumenep, pada Senin (26/10/2026) pagi.
Namun, wartawan belum berhasil memperoleh keterangan dari pihak manajemen rumah sakit. Petugas keamanan bernama Abd Rachmat mengatakan, pimpinan rumah sakit sedang menghadiri kegiatan di luar kota.
Ia juga menyampaikan bahwa wartawan tidak diizinkan masuk ke area rumah sakit.

