Karena itu, Zainal mengingatkan agar bupati, wakil bupati, sekretaris daerah (Sekda), organisasi perangkat daerah (OPD), serta DPRD tidak berpangku tangan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian, kata dia, adalah kondisi infrastruktur jalan yang masih mengalami kerusakan di sejumlah wilayah. 

Ia mengaku kerap menerima kritik masyarakat terkait persoalan tersebut, terutama ketika melaksanakan reses.

Zainal menyatakan, DPRD akan berupaya memperjuangkan pembangunan jalan, khususnya pada ruas-ruas yang mengalami kerusakan parah. 

Upaya itu, menurut dia, tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga melalui dukungan anggaran dari pemerintah pusat APBN.

“Saya sering dikritik karena masih banyak jalan yang rusak. Namun, saya pastikan tahun ini jalan-jalan yang kondisinya parah akan kami upayakan untuk dibangun melalui kerja sama dan dukungan anggaran APBN,” ungkap dia. 

Zainal juga menyampaikan target sekitar 80 persen jalan di Kabupaten Sumenep dapat diselesaikan sebelum masa jabatannya sebagai Ketua DPRD berakhir.

“Saya tidak hanya mengandalkan APBD. Saya akan memperjuangkannya melalui jaringan yang ada di Senayan. Sebelum masa jabatan saya sebagai Ketua DPRD berakhir, kami menargetkan 80 persen jalan di Sumenep bisa selesai. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Zainal. ***