SUMENEP, DIMADURA–Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, H. Zainal Arifin, menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan banyak pidato lantang dari para pemimpin daerah. 

Hal yang lebih penting bagi warga adalah pemerintah mendengar aspirasi dan mewujudkannya melalui kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Zainal dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep yang digelar melalui rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Sabtu (31/10/2026).

Menurut dia, peringatan Hari Jadi ke-757 tidak memiliki perbedaan mendasar dibandingkan tahun sebelumnya, selain bertambahnya usia Kabupaten Sumenep dari 756 menjadi 757 tahun.

Namun, ia berharap pertambahan usia tersebut tidak berhenti sebagai perayaan seremonial. 

Momentum hari jadi harus menjadi pengingat bagi seluruh unsur pemerintahan untuk semakin serius menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat.

Zainal mengatakan, aspirasi warga yang ditemuinya saat menjalankan kegiatan reses sebenarnya cukup sederhana. 

Masyarakat ingin suara mereka didengar dan kebutuhan yang disampaikan ditindaklanjuti oleh para pemangku kebijakan.

“Harapan masyarakat itu sederhana. Kami warga Sumenep tidak perlu pidato yang lantang dari seorang bupati maupun ketua DPRD. Yang dibutuhkan adalah dengarkan kata-kata kami dan ikuti aspirasi kami agar masyarakat Sumenep semakin makmur dan jaya,” tegasnya.

Ia menilai, angka 757 yang menandai usia Kabupaten Sumenep memang memiliki nilai sejarah. Namun, angka tersebut tidak akan berarti banyak apabila tidak diikuti dengan kerja nyata dari seluruh unsur pemerintahan.

Karena itu, Zainal mengingatkan agar bupati, wakil bupati, sekretaris daerah (Sekda), organisasi perangkat daerah (OPD), serta DPRD tidak berpangku tangan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian, kata dia, adalah kondisi infrastruktur jalan yang masih mengalami kerusakan di sejumlah wilayah. 

Ia mengaku kerap menerima kritik masyarakat terkait persoalan tersebut, terutama ketika melaksanakan reses.

Zainal menyatakan, DPRD akan berupaya memperjuangkan pembangunan jalan, khususnya pada ruas-ruas yang mengalami kerusakan parah. 

Upaya itu, menurut dia, tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga melalui dukungan anggaran dari pemerintah pusat APBN.

“Saya sering dikritik karena masih banyak jalan yang rusak. Namun, saya pastikan tahun ini jalan-jalan yang kondisinya parah akan kami upayakan untuk dibangun melalui kerja sama dan dukungan anggaran APBN,” ungkap dia. 

Zainal juga menyampaikan target sekitar 80 persen jalan di Kabupaten Sumenep dapat diselesaikan sebelum masa jabatannya sebagai Ketua DPRD berakhir.

“Saya tidak hanya mengandalkan APBD. Saya akan memperjuangkannya melalui jaringan yang ada di Senayan. Sebelum masa jabatan saya sebagai Ketua DPRD berakhir, kami menargetkan 80 persen jalan di Sumenep bisa selesai. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Zainal. ***