Menurut dia, ruang silaturahmi seperti itu penting untuk memperkuat persaudaraan sekaligus menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.

“Kami memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap kegiatan ini,” kata Santoso.

Ia mengatakan, komunikasi dan kebersamaan ant perguruan selama ini turut memberikan dampak positif bagi perkembangan pencak silat. 

Hal itu terlihat dari semakin banyaknya lembaga pendidikan formal maupun pondok pesantren yang mengembangkan kegiatan pencak silat.

Kondisi tersebut, menurut Santoso, menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepercayaan terhadap keberadaan perguruan silat.

Namun, ia mengingatkan agar seluruh perguruan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. 

Setiap organisasi perlu membuktikan komitmen persatuan melalui sikap dan perilaku anggotanya di tengah masyarakat.

“Jaga persatuan dan perdamaian. Jika perguruan mampu menunjukkan hal itu, masyarakat akan memberikan simpati dengan sendirinya,” ujarnya.

Santoso juga mendorong IKSPI Sumenep untuk mempersiapkan anggotanya mengikuti agenda pembinaan dan penjaringan atlet yang diselenggarakan IPSI. 

Ia menilai, banyaknya anggota perguruan dari kalangan muda menjadi potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat prestasi pencak silat daerah.