Maos Jhughân: 20 Kata-kata Bijak Inspiratif Bahasa Madura dan Artinya dalam Bahasa Indonesia
Sedikit Zaini Brek membocorkan ilmu yang ia pelajari dari guru spiritualnya. Ya, teks percapakan di atas adalah keseluruhan pesan WhatsApp yang ia lontarkan kepada penulis.
Terkait apa maksud dan makna teks tersebut, bolehlah paramaos tebak secara mandiri. Di sini penulis hanya akan mengupas makna literal okara tersebut. Mari mulai dari arti frasa "Pangèran Katon" yang penulis letakkan sebagai judul artikel ini.
Arti Pangèran Katon
Pangèran dalam bahasa Madura berarti Tuhan, bukan raja, pahlawan ataupun penguasa seperti saat kita menyebut, Pangèran Dipenogoro. Bukan.
Sementara 'Katon' adalah kosakara bahasa Madura yang berarti tampak atau penampakan. Jadi, maksud atau arti kasar dari frasa Pangeran Katon adalah penampakan tuhan di dunia.
Bahwa betapa Allah, melalui Muhammad, telah mengajarkan kita akan sifat-sifat tuhan dan garis-garis hidup (baca: agama) yang mesti kita pikirkan kebermaknaannya secara mendalam.
Dari sini kemudian leluhur di Madura menghasilkan doa mustajabah serupa mantra untuk anak yang hendak bepergian jauh. Bahwa jika kalimat ini diucapkan sebelum berangkat, maka Allah akan melindungi dan senantiasa memberikan pertolongan kepadanya dalam hal apapun, kecuali kemaksiatan. Berikut okara mantra itu.
Tegghu sakèlan ca'na Eppa' Tegghu salamet ca'na Embu' Bismillah mangkat...!!
Begitu indah bunyi mantra leluhur Madura di atas, dan kiranya tak penting penulis terjemahkan artinya di sini karena teks tersebut mantra murni bahasa Madura. Keterangan lain menjelaskan sebagai barikut:
Jâbrâ'il è aá¸Ã¢', Mika'il è buá¸i Ahmad è kangan, Muhammad è kèrè Laa ilaaha illallah.. Muhammad Rasulullah