3. Rèng seppo á¸uwa' aparèng otek, ora', tolang, somsom, tabu', á¸Ã¢râ, dhâghing, kolè' dhâddhi bhâdhân rèya.
Ya, urutan pertama yang harus menjadi pedoman hidup adalah.. Allah, yang menganugerahkan kepada manusia sangkolan berupa ruh dan gerak hati ini.
Selanjutnya adalah Nur Muhammad, bahwa Allah menciptakan semua alam ini dari Nur Muhammad. Maka memang pantas jika manusia meletakkan cinta tertingginya setelah kepada Allah, kepada Nabi Muhammad. Baru kemudian setelahnya kepada ibu, bapak, sanak saudara, sesama dan kepada seluruh mahlukNya.
3Â Lubang Keselamatan
Tello' lobâng jârèya: sèttong, á¸Ã¢ri á¸imma bâ'na kalowar ka dhunnya? Ḍuwa', raksa lobâng-lobâng sè bâá¸Ã¢ è bhâdhân ajjhâ' kantos èpaso'èn bhârâng haram bân ma'sèyat. Tello', è á¸imma lobângnga bâ'na sa'ellanna nyabâ la èdhâbu' bân sè Kobâsa?
Coba kita terjemahkan secara bebas okara di atas ke dalam bahasa Indonesia.
Tiga lubang keselamatan: 1) darimana kamu keluar ke dunia?, 2) menjaga lubang-lubang yang ada di badan jangan sampai kemasukan barang haram dan maksiat, 3) dimanakah kelak tempat awal kita kembali ke hadiratNya?
Baca Juga: Mangkat Bungkol Molè Bungkol, Cong!
Jadi, sejatinya teks tersebut hendak menjelaskan tentang petunjuk agar manusia selamat menjalani hidup di dunia hingga menghadap ke hadirat Sang Pencipta, yakni dengan cara arassa tor aromasa (sadar dan senantiasa menyadari) akan pesan-pesan yang terkandung dalam teks.
Tarik kesimpulan singkat, bahwa tiga lubang yang harus mendapatkan perhatian penuh sepanjang manusia menjalani hidup adalah; ibu, lubang tubuh, dan liang lahat.
Mengenai seperti apa penjelasan lebih lanjut, penulis kira paramaos sudah dapat menangkapnya sejak awal membuka teks percapakan di atas.