Saat merangkai orong topa' jhârân, masyarakat Sumenep di Maduda acapkali berniat agar anak-anak yanh memakannya atau orang yang melihatnya dapat mengenal aspek lain dari dirinya, yakni unsur hewan dan tumbuhan dalam diri manusia.
BACA JUGA:
- 13 Tradisi Wajib Orang Madura saat Momen Lebaran
- Lebaran Ketupat: Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya menurut Ajaran Sunan Kalijaga
Topa' toju' (ketupat duduk)
Wujud bangun topa' toju' berbentuk segi empat dalam ukuran kecil. Disebut topa' toju' karena ketika ketupat ini diletakkan seolah terlihat seperti orang sedang duduk.
Filosofi ketupat duduk seringkali dikaitkan dengan transendensi saat manusia sedang bermunajat kepada Sang Khalik:
"
Toju' kalabân sèpa' tor jhumenneng ngaá¸hep á¸Ã¢' Sè Kobâsa makobâssa.
"
Topa' Bhâbâng (ketupat persegi tiga)
Jenis ketupat yang satu ini memiliki tiga sisi dengan ujung yang menjuntai ke atas. Tiga sisi tersebut memiliki makna sufistik, yakni Islam, iman, dan ihsan.
