NEWS SUMENEP - Pimpinan Bank Jatim Cabang Sumenep, M. Mohamad Arif Firdausi, menyampaikan tanggapan soal maraknya parkir liar di area jalan raya wilayah Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, termasuk yang sering terjadi di depan kantornya.
Soal parkir liar di depan Kantor Bank Jatim Sumenep, Arif mengaku sudah memberikan ruang bagi para pengendara motor, baik roda dua maupun roda empat agar tidak memarkir kendaraannya secara serampangan.
"Kan sudah saya kasih tuh alternatif di Hotel Wijaya. Sebenarnya masyarakat kita itu harus dewasa. Kan lucu, perbankannya yang disoroti, sementara masyarakatnya yang tidak didewasakan, ini kan repot," kata Arif, saat ditemui wartawan, Kamis (1/8/2024) malam
Sebelumnya, dirinya mengaku sudah sempat bekerjasama dengan pihak Hotel Utami untuk ketersediaan lahan parkir, tetapi kerja sama itu sudah putus kontrak sejak tahun 2023 lalu. Akibatnya, kini nasabah Bank Jatim Cabang Sumenep lalu lalang dan melanggar aturan tata tertib parkir.
"Saya tidak mau komen kalau itu, sampeyan coba tanya ke Pemkab sendiri, karena lain ranahnya. Aset kami cuma sampai sini. Kalau di sebelah itu aset Pemda. Dulu kita sewa ke Hotel Utami bukan ke Pemda," ujar Arif.
"Kita mengantisipasi, agar parkir tidak sampai ke lampu merah, makanya kami pasang rambu-rambu dilarang parkir," timpalnya lebih lanjut.
Selain itu, ia juga mengaku bahwa Bank Jatim telah menerapkan konsep mitigasi resiko. Apapun yang menjadi problem sudah termaktub di maklumat itu.
BACA JUGA:
"Kita sudah antisipasi semuanya. Di bank ini kan ada mitigasi resiko, sudah kami lakukan semua. Seandainya tidak kami lakukan, yang akan negur kami itu OJK," jelas Arif tegas.
Menurut Arif, kemacetan itu tidak mungkin terjadi setiap hari dan menggangu lalu lintas. Namun demikian, ia enggan berkomentar soal nasabahnya yang terkena tilang oleh Satlantas Polres Sumenep sebab telah membuat macet ruas jalan nasional tersebut.
"Untuk masalah tilang menilang, saya tidak mau komen. Kami juga sudah membeli lahan, lokasinya di Hotel Garuda. Serba repot di kita, masak kita lihat nasabah mau ambil uang terus disuruh pulang, cuma karena mobilnya ada di depan berjejer," paparny.
