dimadura
Beranda Tomang Sumenep Update Terbaru Kasus Penderita HIV di Sumenep hingga Desember 2025

Update Terbaru Kasus Penderita HIV di Sumenep hingga Desember 2025

Foto: Teknisi lab mengadakan tes alat cepat HIV. (Istimewa/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP,DIMADURA–Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mencatat tidak ada penambahan kasus baru HIV/AIDS hingga pertengahan Desember 2025.

‎Meski demikian, secara akumulatif jumlah kasus sepanjang tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan.

‎Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, mengatakan bahwa hingga 15 Desember 2025 belum ditemukan tambahan kasus baru.

‎Ia menyebutkan, jika terdapat penambahan, kemungkinan baru akan tercatat pada awal 2026.

‎“Untuk kasus HIV sampai 15 Desember ini belum ada tambahan. Kalau pun ada, kemungkinan masuk pencatatan Januari 2026,” ujar Syamsuri, Senin (15/12/2025).

‎Ia menjelaskan, berdasarkan data Dinkes P2KB, kelompok usia penderita HIV di Sumenep paling banyak berada pada rentang usia produktif, yakni 15 hingga 49 tahun.

‎Dari sisi jenis kelamin, kasus HIV lebih banyak ditemukan pada laki-laki. Sementara itu, mayoritas penderita merupakan warga yang menetap dan berdomisili di wilayah Kabupaten Sumenep.

‎Hingga awal Desember 2025, jumlah penderita HIV di Sumenep tercatat sebanyak 80 orang.

‎Dari jumlah tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia sepanjang tahun berjalan.

‎Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan data per November 2025.

‎Pada periode tersebut, tercatat sebanyak 70 kasus HIV dengan jumlah kematian yang sama, yakni tiga orang.

‎“Dari hasil monitoring hingga Jumat, 5 Desember 2025, terdapat tambahan kasus baru sehingga totalnya menjadi 80 penderita HIV. Untuk kematian, sampai saat ini tercatat tiga orang di tahun berjalan,” kata Syamsuri, pada pemberitaan sebelumnya, (05/12/25) lalu.

‎Ia menegaskan Dinkes P2KB Sumenep terus mengintensifkan upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.

‎”Pencegahan ini melalui edukasi, skrining, serta pendampingan pengobatan bagi pasien, khususnya pada kelompok usia produktif yang menjadi kelompok paling rentan terhadap penularan,”pungkasnya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan