dimadura
Beranda Headline Pangeran Segara dan Rahasia Raja Siluman Laut Jawa

Pangeran Segara dan Rahasia Raja Siluman Laut Jawa

Gambar ilustrasi Pangeran Segara (Dok. dimadura.id)

LEGENDA, MADURA – Di balik megahnya ombak Laut Jawa dan rimbunnya Hutan Kera Nipah, tersimpan sebuah kisah yang melegenda di tanah Madura.

Kisah tentang Pangeran Segara, sosok gagah yang lahir dari darah manusia dan siluman.

Ada dua versi cerita tentang kelahiran Pangeran Segara.

Versi pertama mengisahkan Putri Doro Gung yang mengungsi ke Gunung Geger. Di sana, dengan bantuan Ki Poleng, ia melahirkan seorang bayi laki-laki kelak dikenal sebagai Pangeran Segara.

Sementara versi kedua justru lebih sarat magis. Putri Kuning, putri jelita dari Madura, sedang duduk termenung di tepi laut ketika tiba-tiba petir menyambar dan seketika ia berada di kerajaan gaib milik Raja Siluman, penguasa Laut Jawa.

Dari pernikahan gaib itu, lahirlah seorang anak yang diberi nama Pangeran Segara, karena ia lahir di wilayah segara (laut).

Bertumbuh besar dengan kesaktian luar biasa, Pangeran Segara muda memutuskan untuk mengabdi di kerajaan sebagai prajurit.

Dalam waktu singkat, keberaniannya membuat namanya dikenal luas hingga diangkat sebagai Panglima Perang dan calon menantu raja.

Namun, ada satu syarat sebelum pernikahan: ia harus mencari tahu asal-usulnya.

Pulanglah ia ke kampung halaman bersama para prajurit. Di hadapan ibunya, rahasia besar pun terkuak, ayahnya adalah Raja Siluman, makhluk supranatural penguasa laut.

Namun, saat beberapa prajurit melanggar larangan dan menguping percakapan itu, Pangeran Segara murka. Dengan kemurkaannya, ia mengutuk mereka menjadi kera.

Sejak saat itu, para prajurit dan keturunannya menghuni hutan yang kini dikenal sebagai “Hutan Kera-Nipah”.

Pangeran Segara sendiri, bersama ibunya dan sang Raja Siluman, kembali ke alam gaib dan legenda mereka masih hidup hingga kini, menyatu dengan mitos, alam, dan warisan budaya Madura.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber Buku: Asal usul dan Sejarah Orang Madura, cet 1, (Gunadi Kasnowihardjo dkk, Balai Arkeologi Provinsi DIY 2021).***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan