dimadura
Beranda Roma Lembaga Program Pendidikan Barak Ala Dedi Mulyadi: Antara Disiplin dan Kontroversi

Program Pendidikan Barak Ala Dedi Mulyadi: Antara Disiplin dan Kontroversi

SOROT ONLINECropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1, DIMADURA – Sebanyak 273 pelajar Jawa Barat telah menyelesaikan program pendidikan karakter di barak militer Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, selama 18 hari. Program ini ditujukan untuk membina siswa yang dianggap bermasalah dalam perilaku dan kedisiplinan.

 

Tujuan dan Isi Program

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa program ini bukanlah pendidikan militer, melainkan pembinaan karakter yang melibatkan materi umum. Tujuannya adalah untuk membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab siswa melalui pendekatan yang lebih tegas.

 

Momen Haru dan Kepedulian

Dalam momen pemulangan siswa, Dedi Mulyadi terlihat menitikkan air mata saat memeluk para siswa, terutama mereka yang orang tuanya tidak hadir atau telah tiada. Sebagai bentuk kepedulian, Dedi Mulyadi memutuskan untuk menjadi orang tua angkat bagi 13 siswa tersebut, berkomitmen untuk membiayai pendidikan dan masa depan mereka.

 

Kritik dan Kontroversi

Program ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menilai bahwa pengiriman siswa ke barak militer berpotensi melanggar hak anak dan tidak didasarkan pada rekomendasi psikolog profesional. Dedi Mulyadi menanggapi kritik tersebut dengan menantang KPAI untuk turut serta membina anak-anak bermasalah di Jawa Barat.

 

Liputan Video

Untuk melihat momen haru saat pemulangan siswa dan pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi, Anda dapat menonton video berikut:

(https://youtu.be/JjHQxFwxZUw?si=XmWOMeXoATU0gaeh)

 

Program pendidikan barak ini mencerminkan pendekatan baru dalam menangani kenakalan remaja di Jawa Barat. Namun, efektivitas dan dampaknya terhadap hak anak masih menjadi perdebatan di masyarakat.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan