Mahasiswa KKN Universitas Annuqayah Gelar Pelatihan Pengolahan Daun Mimba di Desa Kolpo
NEWS DIMADURA, SUMENEP– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah, Sumenep, Jawa Timur, mengadakan pelatihan pengolahan daun mimba menjadi produk anti nyamuk herbal. Selasa, (09/09/25).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kolpo, Kecamatan Batang-Batang, itu diikuti 25 peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari ibu-ibu PKK hingga kader posyandu.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran warga dalam mencegah demam berdarah dengue (DBD) sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Ketua panitia, Lailatus Shobibatir Rohmah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Desa Kolpo dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan setempat.
“Melalui kegiatan ini, Desa Kolpo menunjukkan langkah awal penting dalam pengembangan potensi lingkungan dan kesehatan. Kami berharap pendampingan dan pelatihan lanjutan dapat terus diberikan,” ujar Laila. Selasa, (09/09/25)
Dalam pelatihan, peserta tidak hanya mendapat penyuluhan kesehatan, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai teknik produksi serta strategi pemasaran produk berbahan daun mimba.
Beberapa peserta bahkan mengusulkan pembentukan kelompok usaha bersama serta eksplorasi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.
“Tanaman yang selama ini dianggap kurang bernilai ternyata bisa menjadi sumber penghasilan baru yang berkelanjutan,” kata Laila.
Ia juga menjelaskan, pelatihan ini terbagi dalam dua sesi.
Sesi pertama diisi oleh Dr. Irene Wijaya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep yang menekankan pentingnya pola hidup bersih serta penerapan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) sebagai langkah dasar mencegah berkembangnya nyamuk “Aedes aegypti”.

Kemudian, sesi kedua menghadirkan Suci Prawira Sari, S.T., dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan.
Ia menegaskan bahwa daun mimba memiliki potensi besar sebagai bahan dasar produk herbal.
“Selama ini daun mimba hanya dikenal sebagai tanaman obat keluarga. Padahal, jika dikembangkan menjadi produk anti nyamuk herbal, peluang bisnisnya sangat menjanjikan, terutama dengan dukungan pemasaran digital,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kolpo, Hj. Asduriyah, menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN Universitas Annuqayah.
“Terima kasih atas inisiatif ini. Semoga pelatihan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat,” katanya.
Laila menambahkan, kombinasi edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi diharapkan mampu melahirkan inovasi produk herbal bernilai jual tinggi.
“Inisiatif ini dapat menjadi pemicu lahirnya unit usaha baru yang mandiri sekaligus menginspirasi desa-desa lain di Sumenep,” tutupnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




