Lima Tradisi Ini Resmi Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Sumenep
NEWS SUMENEP, DIMADURA — Lima unsur budaya khas Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan RI.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, mengaku bangga karena apa yang diperjuangkan oleh Pemkab Sumenep akhirnya mendapat pengakuan secara nasional.
“Ya, itu adalah ikhtiar Disbudporapar Kabupaten Sumenep yang mengusulkan 5 kegiatan untuk mendapatkan (legitimasi, red) Warisan Budaya Tak Benda,” ujar Moh. Iksan kepada media ini, Selasa (16/12).
Iksan merinci kelima unsur budaya yang diajukan antara lain kuliner mento, permainan tradisional bâl buḍi, tari tèng tèrè’, tari gambu, dan yang kelima, jamasan pusaka keris.
Kelima unsur itu, kata Iksan, sebelumnya telah melewati proses sidang penilaian di tingkat pusat bersama para maestro dan pegiat kebudayaan.
“Alhamdulillah, kemarin malam (Senin, 15 Desember 2025) penetapannya dilakukan langsung oleh bapak Menteri Kebudayaan,” kata Iksan, menegaskan bahwa pengakuan formal telah diperoleh pemerintah pusat.
Menurut Iksan, lima jenis budaya tak benda tersebut memuat nilai filosofi dan pesan moral yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat Sumenep.
Tari tèng tèrè’, jelas Kadis Mohamad Iksan, merefleksikan kebersamaan warga. Tari gambu menampilkan semangat kepahlawanan, jamasan pusaka melambangkan penghormatan pada leluhur. “Sementara mento menandai kearifan layanan tamu, dan bâl buḍi menjadi identitas permainan rakyat yang menghibur,” urainya menambahkan.
Penetapan WBTB tersebut diharapkan membuka akses promosi budaya dan peluang ekonomi kreatif serta pariwisata bagi Sumenep.
Lebih lanjut Iksan menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, seniman, akademisi, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian sekaligus mengembangkan manfaat ekonomi dari pengakuan nasional ini.
“Dengan status WBTB ini, Sumenep mendapat kesempatan memperkuat branding pariwisata berbasis kultur, juga untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku seni tradisional melalui program pelatihan, dokumentasi, dan penyelenggaraan festival budaya,” pungkasnya.
***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





