Selain dukungan dari rumah sakit daerah, seluruh ambulans milik puskesmas di wilayah daratan Kabupaten Sumenep juga ditempatkan di Pelabuhan Kalianget guna memperkuat kesiapsiagaan pelayanan kesehatan apabila jumlah korban yang dievakuasi bertambah.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan hingga pukul 16.00 WIB, tim SAR berhasil mengevakuasi 230 orang dari lokasi kejadian. 

Dari jumlah tersebut, 225 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan lima lainnya meninggal dunia.

"Hingga pukul 16.00 WIB, korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 230 orang, terdiri atas 225 orang selamat dan lima orang meninggal dunia," ujar Nanang dalam keterangan resmi yang dirilis Kantor SAR Surabaya, dilansir okezonenews, Minggu (2/8/2026).

Di sisi lain, Kapolresta Sumenep, Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memaksimalkan dukungan terhadap operasi pencarian dan penyelamatan.

Kabag Ops bersama Kasat Samapta diperintahkan mendirikan posko terpadu di Pelabuhan Kalianget sekaligus menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung guna memperlancar proses evakuasi korban.

Kapolresta juga meminta Kasat Polair memperkuat koordinasi dengan Basarnas serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget. 

Selain itu, masyarakat diimbau tidak mendekati lokasi operasi pencarian agar aktivitas penyelamatan tidak terganggu.

Sementara itu, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Sumenep diminta menjalin koordinasi intensif dengan RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, RSI Garam Kalianget, dan BHC Sumenep guna memastikan seluruh fasilitas kesehatan siap menerima korban apabila kembali ditemukan.

"Kasi Dokkes berkoordinasi dengan rumah sakit di Sumenep, yakni RSUD dr. Moh. Anwar, RSI Garam Kalianget, dan BHC Sumenep, sehingga apabila korban ditemukan seluruh rumah sakit sudah siap memberikan penanganan," kata Ariek.